Bagaimana Terbentuknya Tata Surya dan Alam Semesta???

Alam Semesta
Alam semesta sangat luas, di dalamnya terdapat berjuta-juta materi.Materi-materi tersebut berkumpul dalam beberapa galaksi.Dalam galaksi, terdapat berjuta bintang.Bintang yang dikelilingi beberapa materi dan planet membentuk tata surya.Matahari hanyalah salah satu dari berjuta bintang yang menjadi pusat tata surya.
Lalu, bagaimanakah cara pembentukan tata surya?
Penasaran?

Inilah beberapa teori hipotesis terkenal mengenai pembentukan tata surya:

1.      Hipotesis Kabut atau Nebula
Hipotesis ini diungkapkan oleh Imanuel Kant (1724-1804), seorang ahli filsafat berkebangsaan Jerman.Hipotesis solar nebula ini merupakan hipotesis yang paling tua dan terkenal. Immanuel Kant mengatakan bahwa “That solar system comes from one gas ball of high temperature and rotates slowly. The slow rotation that high spesific weight. The concentration is called core, that big lies in the middle while the smaller part is found around earth core. Because of colling prosses, the core with smlall volume become planets, while core that has by volume become sun”, yang artinya“Tata surya berasal dari suatu bola gas dengan suhu tinggi dan berputar lambat.Perputaran lambat dikarenakan berat jenisnya.Konsentrasi itu disebut inti.Inti yang besar itu berada ditengah saat bagian yang lebih kecil ditemukan mengitari inti bumi. Karena proses pendinginan, volume yang lebih kecil disebut planet saat inti itu menjadi matahari”. Pernyataan ini lebih dikenal dengan Kant Theory.
Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplacepada tahun 1796. Pierre menyatakan bahwa “Our solar system comes from gas ball (nebula) that has high temperature and rotates fast. Because of fast rotation, some of the fog or gas ball mass escape. The part that is escaped keep rotates, because the influence of cooling longer charges to be planets”, artinya“tata surya kita berasal dari bola gas (nebula) yang bersuhu tinggi dan berotasi cepat. Karena rotasi cepat itu, beberapa massa kabut atau bola gas terlepas. Bagian yang terlepas tadi tetap berputar, karena pengaruh dari pendinginan yang lama, berubah jadi planet”.

2.      Hipotesis Planetesimal
Thomas C. Chamberlin (1843-1982) seorang ahli geologi dan ilmuan dari Amerika menyampaikan teori yang dikenal sebagai Teori Planetesimal (berarti planet kecil) dalam penelitiannya The Origin of the Earth (asal mula bumi) pada tahun 1916.
Bumi
Menurut teori ini, matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak.Pada suatu masa, ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh.Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang itu. Sebagian dari massa matahari itu tertarik kearah bintang.
Pada waktu bintang itu menjauh, sebagian dari massa matahari itu jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa sekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet kecil dan beredar pada orbitnya. Intinya, hipotesis planetesimal mengatakan bahwa tata surya kita terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak matahari.

3.      Hipotesis Pasang Surut
Pada tahun 1917 sarjana Inggris, James Jeans (1877-1946) dan Herald Jeffries, menggunakan teori tentang terjadinya planet-planet. Hipotesisnya dikenal dengan nama Hipotesis Tidal James-Jeffries.Hipotesis ini mirip dengan hipotesis planetesimal. Menurut hipotesis ini, pada suatu saat sebuah bintang yang hampir sama besarnya dengan matahari melintas di dekat matahari. Hal ini menimbulkan terjadinya pasang pada matahari.Pasang itu berbentuk seperti cerutu yang sangat besar, yang kemudian bergerak mengelilingi matahari dan mengalami perpecahan menjadi sejumlah butir-butir tetesan kecil.Butir-butir tetesan yang terbesar mempunyai daya tarik yang dapat menarik butir-butir yang kecil, sehingga akhirnya membentuk gumpalan-gumpalan sebesar planet-planet yang ada sekarang. Hal yang sama juga terjadi pada pembentukkan satelit dari planet.

4.      Hipotesis Peledakan Bintang atau Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh astronomi dari Inggris, Fred Hoyle pada tahun 1956.Hipotesis ini mengemukakan bahwa dahulunya tata surya kita berupa dua bintang yang hampir sama ukurannya dan berdekatan, yang pada mulanya juga berevolusi satu sama lain. Salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil, serpihan itu akan terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.Teori ini didukung banyak ahli astronomi, karena bintang ganda atau bitang kembar telah diketahui nyatanya.

5.      Hipotesis Kuiper
Pada tahun 1950, astronom bernama Gerard P. Kuiper (1905-1973) mengemukakan bahwa semesta terdiri dari formasi bintang-bintang.Menurutnya, dua pusat yang memadat berkembang dalam suatu awan antarbintang dari gas hydrogen.Pusat yang satu lebih besar daripada pusat yang lainnya dan kemudian memadat menjadi bintang tunggal, yaitu matahari. Dari peristiwa ini, terbentuklah bola kabut besar yang nantinya akan membentuk cakram raksasa, sehingga terbentuklah tata surya.
Peristiwa berikutnya kabut menyelimuti pusat yang lebih kecil yang disebabkan oleh adanya gaya tarik dari massa yang lebih besar. Gaya ini menyebabkan awan yang lebih kecil terpecah-pecah menjadi awan-awan yang lebih kecil lagi yang disebut protoplanet.Setelah suatu periode waktu yang lama, protoplanet tersebut menjadi planet-planet seperti yang dilihat sekarang ini. Jika kedua awan itu mempunyai ukuran yang sama, maka akan terbentuk bintang ganda. Formasi bintang ganda sangat sering terjadi di alam semesta.
Ketika matahari memadat, ia akan menjadi begitu panas sehingga sebagian besar energy radiasi dipancarkan. Energy itu cukup kuat untuk mendorong gas-gas yang lebih terang, seperti hydrogen dan helium, dari awan yang menyelubungi protoplanet-protoplanet yang paling dekat ke matahari.
Masih penasaran? Klik aja di www.google.com/teoripembentukantatasurya//





Nah, setelah ini, akan dibahas tentang teori terjadinya jagad raya, antara lain:
1. Big bang theory
Teori ini menyatakan bahwa jagat raya dimulai dari satu ledakan besar dari materi yang densitasnya luar biasa besar dan merupakan ledakan Kosmik yg berasal dari Nebula, yang meledak kesegala penjuru dengan mengeluarkan gas-gas.Gas-gas tersebut kemudian membentuk galaksi-galaksi,bintang-bintang dan planet-planet.Kata lainnya, jagat raya punya awal dan akhir.Teori ini terus-menerus dibuktikan kebenarannya melalui sejumlah penemuan, dan diterima oleh sebagian besar astrofisikawan masa kini.
Teori ini juga menganggap bahwa alam semesta ini terjadi akibat dari ledakan segumpal zat raksasa. Dengan kata lain bahwa alam semesta ini asalnya berupa 1 benda raksasa saja,kemudian pecah berkeping-keping akibat tekanan tenaga dalam di tengahnya.Kepingan-kepingan itu menjadi benda-benda alam.
Selain itu, hipotesis ini mengungkapkan Model Dentuman Besar (Big Bang). Menurut model ini, pada suatu saat, semua materi di dalam alam semesta terpadatkan dalam massa satu titik yang mempunyai volume nol karena gaya gravitasinya sangat besar. Alam semesta yang ada sekarang muncul dari ledakan massa yang mempunyai volume nol tersebut. Model Big Bang mulai dirintis sejak ditemukannya perhitungan oleh Alexandra Friedman, seorang ahli fisika Rusia, pada tahun 1922, yang menunjukkan ketidakstatisan struktur alam semesta dan impuls kecil yang mungkin cukup menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut, menurut Teori Relativitas Einstein.

2. Steady State theory
Teori ini mengatakan bahwa alam semesta ini sudah ada sejak dulu dalam susunan seperti sekarang ini, dan zat-zat terus-menerus terbentuk. Dengan kata lain alam semesta  tidak punya awal dan akhir. Buktinya, yaitu adanya radiasi latar belakang pada bagian alam semesta.Radiasinya dilihat di pinggir alam semesta yang punya sudut kelengkungan kurang dari 1,5 derajat (membuktikan adanya bagian bulat), juga dari ada tiada menjadi ada (bukti bahwa alam semesta dari ada menjadi ada hanya dari ledakan), dilihat juga penyebaran galaksi dan bentuk awal galaksi yang semula kecil hanya terdiri dari unsur helium saja dan atau hidrogen saja mengembang dari himpitan antar atom pada keadaan vakum hingga menjadi ledakan. Ledakan ini terjadi  pada beberapa galaksi.Selain itu, galaksi muda berbentuk masih bulat(bentuk awal), peluruhan atom utama pada bintang yang berpijar dan masih terdapat unsur helium pada hasil peluruhan, serta oksigen yang ada ketika ada asteroid dan hidrogen pada tenaga peraksi energi bintang, dapat pula dijadikan bukti.
3. Ocilating Theory
Selama berabad-abad, para astronom berusaha menemukan jawaban tentang pembentukan alam semesta.Salah satu model alam semesta yang pernah dicetuskan para ahli adalah Model Alam Semesta Berosilasi. Menurut model ini, pengembangan alam semesta saat ini akan berbalik pada suatu waktu menjadi pengerutan. Pengerutan ini menyebabkan segala sesuatu runtuh menjadi satu titik tunggal yang selanjutnya meledak lagi dan memulai pengembangan baru. Siklus ini akan berulang dalam waktu tak terbatas. Dengan kata lain, alam semesta ada selamanya dan mengalami siklus mengembang-runtuh berulang-ulang. Namun, hasil riset selama 15-20 tahun menunjukkan alam semesta berosilasi tidak mungkin terjadi.Hukum fisika tidak dapat menerangkan mengapa alam semesta yang mengerut dan runtuh dalam satu titik tunggal harus mengembang lagi atau bahkan lebih jauh, dan mengapa alam semesta yang mengembang harus mengerut lagi.

www.google.com/teoripembentukantatasuryadanjagatraya//


0 komentar:

Poskan Komentar