Aku memang jahat. Memang tak pantas untukmu. Aku pernah memukulmu, mencacimu, dan tak jarang memarahimu. Hanya karena hal sepele. Dan hasilnya, kau menangis, berteriak dan meraung. Aku memang egois. Aku mengajarimu hal baik dengan cara yang salah. Kau sering bertindak aneh, melakukan hal-hal bodoh. Aku hanya mencoba menasihatimu, tapi semua itu malah berbuntut panjang. Kita bertengkar.
Maafkan Aku
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 01.48
Label: lLabSis 15 menit
Born To Be Somebody (something to believe)
There's a dream in my soul
A fire that's deep inside me
There's a me no one knows
Waiting to be set free
I'm gonna see that day
I can feel it
I can taste it
Change is coming my way
I was born to be somebody
Ain't nothing that's ever gonna stop me
I light up the sky like lighting
I gonna rise above
Show em what I'm made of
I was born to be somebody
I was born to be
And this world will belong to me
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/j/justin_bieber/born_to_be_somebody.html ]
This life can kick you around (woah)
This world can make you feel small (woah)
They will not keep me down (woah)
I was born to stand tall
I'm going all the way
I can feel it
I believe it
I'm here
I'm here to stay
I was born to be somebody
Ain't nothin' that's ever gonna stop me
I light up the sky like lightening
I gonna rise above
Show em what I'm made of
I was born to be somebody
I was born to be
And this world will belong to me
Feel it...
Believe it...
Dream it...
Be it...
I was born to be somebody
Ain't nothing that's ever gonna stop me
I'll light up the sky like lighting
I'm gonna rise above
Show em what I'm made of
I was born to be somebody
I was born to be
And this world will belong to me
Whoa oh
Whoa oh
And this world will belong to me
Ye-ah ye-ah
Oh
And this world will belong to me
(note: gua suka lagu ini, gak cuma nadanya, tapi juga liriknya. Lagu ini tu menggambarkan seseorang yang percaya banget ama mimpi-mimpinya. Dan dia bener-bener berjuang untuk mimpinya itu. He really believe it. Gua banget deh, pokoknya)
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 01.13
Label: LabSis 15 menit
EDISI sangat KHUSUS

Ya..inilah hasil rancangan brosur sejarah saya beberapa hari ini
selamat menikmati.....(maksudnya: selamat membaca) hehe
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 02.32
Label: CSA with love
Surat Untuk Ayah
Lintas Sosiologi
Aku dan Lingkungan
Sebut saja aku Fadhil, lengkapnya Karina Fadhilah Ahmad Ichsan. Saat ini aku tengah mengisi waktu luangku dengan mengerjakan tugas Sosiologi sekaligus mengisi blog yang aku punya. OK, kita langsung ke topik utama. Bicara tentang sosiologi, tak jauh dari hal sosialisasi, bukan? Kebetulan, topik yang akan aku bahas kali ini adalah tentang peran lembaga-lembaga sosial terhadap pembentukan kepribadianku sendiri.
Sebagi makhluk sosial, tentunya kehidupanku tak jauh dari peran lembaga-lembaga social, seperti keluarga, teman sepermainan, sekolah, dan lain sebagainya. OK, let me mention it. Keluarga, adalah lembaga social terinti dalam kehidupan. Seorang anak, jika dibesarkan dalam kondisi keluarga yang baik, maka kepribadian anak itu pun akan terbentuk secara baik pula. Seperti halnya aku, Alhamdulillah, dididik dalam lingkungan keluarga yang keras, hal itu mampu membentuk suatu kepribadian yang seperti sekarang ini. Karena sering dididik dengan perintah, sampai kini aku tak jarang menjalankan sesuatu dengan diperintah terlebih dahulu, jadi kalau tak disuruh, buat apa dikerjain? Selain itu, sejak kecil, aku diajarkan untuk hidup mandiri, belajar sendiri, nyuci sendiri, pokoknya semua serba sendirian. Sekarang aku terbiasa cuek, dan terdorong untuk melakukan semuanya sendirian, yah, meski kadang aku tak bisa lepas dari lingkupan orang lain.
Teman sepermainanku tak terhitung jumlahnya, bukannya sombong atau bagaimana, aku tergolong orang yang SKSD (sok kenal sok deket) dengan orang lain. Jadi, ya begitulah, semakin lama temanku semakin bertambah. Hal ini menyebabkan kepribadianku terus bertambah dan berubah. Termasuk dalam salah satunya, jilbab yang kini aku kenakan adalah buah persahabatanku dengan teman SD ku dulu. Sebut saja Ami dan Khansa. Mereka berdua adalah orang-orang terinspiratif yang membuatku mengenakan jilbab. Sebenarnya mereka sama sekali tidak menyuruhku mengenakan jilbab. Hanya saja, karena mereka berdua telah mengenakan jilbab, aku pun jadi ikut-ikutan, hingga kini jilbab masih melekat erat di kepalaku, dan aku semakin mengerti makna jilbab itu sendiri.
Sejak kelas 4 SD, sekolahku berdedikasi Islam, hal ini membuatku mengetahui banyak tentang Islam. Sebab itu pula, aku terbiasa dengan sesuatu yang berbau serba Islam.
Dirunut dari semua aspek lembaga sosialisasi, menurutku, teman sepermainan adalah suatu lembaga sosialisasi yang paling berdampak besar terhadap kehidupanku. Buktinya, banyak. Salah satunya adalah jilbab yang sudah aku ceritakan tadi. Lainnya, emm, sekarang aku jadi sedikit lebih rajin, kenapa? Soalnya temen-temen di sini juga pada rajin, jadinya aku terbawa oleh kebiasaan baik mereka.
Eah, that’s all, I think. Syukran ala istimaikum,
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 18.44
Label: LabSis 15 menit
Lintas Sosiologi
Peranan Teman Sepermainan dalam Sosialisasi Lingkungan Hidup
Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tidak dapat hidup sendiri.Setiap manusia pasti memiliki teman, yang mana dalam kehidupan ini, mereka menjalani proses sosialisasi secara bersama. Dalam perkembangannya, manusia mempunyai seorang teman yang mengalami tingkatan sosialisasi yang sama, atau yang lebih akrab disebut dengan "teman sepermainan".
Fenomena sosial yang sangat berkembang dalam kehidupan ini, di mana seorang teman sepermainan bisa mempengaruhi terbentuknya kepribadian seorang anak manusia dalam sosialisasi lingkungan hidup, acap terjadi dan sudah sering kita temui. Saat seorang anak remaja ingin mencari jati dirinya, ia pasti mempunyai teman sepermainan yang turut dalam proses pencarian jati diri tersebut, sehingga pengaruh teman sepermainan akan berdampak pada diri anak itu. Hal ini terjadi karena terdapat kesamaan tujuan, pikiran, serta konsep hidup yang terdapat pada remaja-remaja tersebut. Selain itu, sebagian besar waktu mereka habiskan bersama, sehingga mereka akan saling mempengaruhi satu sama lain.
Sebagai contoh, sebut saja Ahmad, seorang pelajar SMA. Ia mempunyai teman bernama Bobby yang berwatak liar dan bandel. Sebelum berteman dengan Bobby, Ahmad orangnya biasa-biasa saja, tapi setelah berteman dengan Bobby cs, Ahmad menjadi suka melanggar peraturan bahkan mabuk-mabukan.
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 17.49
Label: on library
