1 komentar

Recommended: Bu Risma, Walikota Surabaya


Subhanallaah, inilah tokoh pemimpin Indonesia yang luar biasa, Tri Rismaharini.
Tetaplah pada jalan Allah, Bu. Demi Allah! Ia tidak akan meninggalkanmu disaat semua orang pergi menjauh.
Semoga Allah selalu memberimu kekuatan untuk tetap taat. Kami mendintaimu.

http://ilmuperpus.com/2014/02/12/pantas-saja-ibu-risma-menutup-lokalisasi-di-surabaya/

0 komentar

Demi Cintaku Padamu

Halo semuanyaaa. Di liburan kali ini, gua berkesempatan jalan-jalan ke bekasi (yeay!). Tujuan utama dari jalan-jalan ini adalah mengambil ijazah SMA sekalian reuni kecil-kecilan sama teman-teman SMA. Sebenarnya SMA gua ada di BSD, Tangerang Selatan, jadi di Bekasi gua cuma numpang tidur plus makan di rumahnya Zahra a.k.a sapi a.ka. Jahra (thanks berat buat si sapi). Dan pada rubrik kali ini, gua akan mengisahkan perjuangan menuju acara reuni di sekolah tercinta.

Pada pagi hari menjelang acara Roadshow IAIC (Ikatan Alumni Insan Cendekia), 18 Januari 2014, sebagian kecil wilayah Bekasi, termasuk rumah sapi, terendam banjir. Penyebab utamanya adalah meluapnya air sungai karena hujan lebat semalaman. Buat sebagian orang termasuk gua, banjir adalah hal yang patut disyukuri (soalnya ini adalah pertama kalinya gua mengalami banjir, Alhamdulillaah), dan bagi sebagian lainnya termasuk gua juga, banjir adalah bencana—perjalanan ke IC jadi terhambat. 
Banjir dalam rumah
Suasana banjir di pagi hari
Banjir hampir saja menewaskan tekad kami—gua, Ufi, dan Jahra, untuk mengikuti Roadshow. Setelah memikirkan strategi handal menerjang banjir, kami pun kembali membulatkan tekad untuk menghadiri acara tersebut. Dengan celana batik dan kaos serta peralatan penangkal banjir lainnya, kami menghadapi banjir dengan ketinggian air berbeda. Setelah melewati banjir sebetis dan selutut, kami mampir ke rumah sepupu Jahra untuk mengganti pakaian. 
Banjir sebetis di depan rumah

Sekitar 10 meter dari rumah, banjir setinggi lutut
Bukan hanya banjir, kami juga harus menerjang hujan labil yang terjadi di Bekasi. Disebut labil karena setelah sekitar 10 menit hujan berhenti, lalu sekitar 10 menit berikutnya turun kembali. Alhamdulillaah, sebuah payung besar yang kami bawa mampu menangkal hujan tersebut sehingga pakaian kami tetap rapi. Sejam lebih kami habiskan di dalam bus menuju BSD. Ada perasaan lega dalam hati kami, juga perasaan ingin cepat sampai IC—dimana kami dapat bertemu teman-teman yang hampir 6 bulan ini tak berkabar. 

Foranza Sillnova
Sesampainya di IC, kami disambut dengan gerombolan Foranza Sillnova—angkatan kami, yang ternyata baru semenit lalu berfoto di depan peninggalan angkatan kami. Ada sedikit rasa kecewa karena kami tidak ikut foto bersama, namun rasa kecewa itu tertutupi oleh rasa gembira melepas kangen pada teman-teman tercinta. 
Self-camera bersama sahabat

Foto bersama wali asrama, Bu Novi, yang sedang hamil

My Lovely Sillnova 
Tak ada kata yang mampu menggambarkan kegembiraan bertemu para sahabat, tak ada ikatan yang mampu menandingi tali ukhuwah yang terbangun. Bersamamu, Foranza Sillnova, semua terasa lebih manis, bahkan sepahit apapun kenangan itu. Terimakasih atas dua hari penuh cinta yang kau berikan, banjir terasa tak ada apanya dibanding berkumpul denganmu. Perjuangan itu terbayar lunas, bahkan ada kembaliannya.  

0 komentar

New Blog!

Ada satu blog lagi nih, monggo dicicipi~
check this out!

0 komentar

Quote SBMPTN #2: OPTIMIS!

Jargon Semangat SBMPTN
"I can almost see the dream I'm dreaming, but there's a voice inside my head saying, 'you'll never reach it'. My faith is shaking, but I gotta keep trying--gotta keep my head held high"

Miley Cyrus-The Climb

0 komentar

Quote SBMPTN #1: We Are The Fighters

Jargon Semangat SBMPTN
"If you fall pick yourself up off the floor. And when your bones can't take no more, just remember what you're here for.
Here comes A FIGHTER"

Gym Class Heroes-The Fighter

0 komentar

Dari Seorang Kawan

6 Mei 2013.
Kalau gua gak salah perhitungan, pada tanggal itulah gua memberikan sebuah kado kecil buat temen seperjuangan gua, sebut saja dia FT. Sebenarnya apa yang gua berikan ke FT sangat gak layak disebut sebagai kado. Selain karena gua telat seminggu (FYI : birthday date-nya FT tanggal 28 April), yang gua berikan ke FT itu hanya sebuah Beng-Beng Max dengan balutan kertas koran. Mungkin yang spesial dari kado gua ini adalah sesuatu dibalik bungkus Beng-Beng Max tersebut.
Berhubung saat gua ulangtahun FT memberikan tiga buah Beng-Beng Max, saat dia ulangtahun gua juga ingin memberikan hal yang serupa. Masalahnya, gua hanya mempunyai satu bungkus Beng-Beng Max. Selain itu, dikarenakan gua dan FT sudah jarang berbincang-bincang, terlintas di benak gua ide mengirimkan sebuah surat untuk FT. Dari kedua hal tersebut, gua juga mendapatkan ide untuk memasukkan surat tersebut ke dalam bungkus Beng-Beng Max yang akan gua berikan ke FT.
Setelah di bungkus dengan (agak) rapi, kado itu gua titipkan ke salah seorang teman buat dikasih ke FT. Biar FT penasaran, gua gak mencantumkan identitas pengirim di dalam kado tersebut.
Setelah sekian lama, gua bingung kenapa FT gak pernah menyinggung soal kado tersebut setiap kali kita bertegur sapa. Gua pun berpikir kalau FT belum bisa melacak identitas si pengirim kado.
Pada malam perpisahan angkatan, saat giliran gua dan FT bermaaf-maafan, FT akhirnya menyinggung soal kado tersebut. Ternyata dia gak tahu kalau ada kado yang dikirim tanggal 6 April di atas mejanya. Saat dia tahu kemudian membuka kado tersebut, Beng-Beng Max-nya sudah benyek. Huah, kasihan sekali si Beng-Beng Max, dia pasti menunggu sekian lama untuk dimakan~
Sebagai salah satu respon dari surat gua, FT memberikan gantungan kunci Autobot. Sebenarnya gantungan kunci ini couple-an sama punya FT, tapi gua lupa namanya siapa, yang jelas salah satu tokoh di transformer juga.
This is it!
Insyaallah kalau gak hilang, gua akan menjaga si Autobot dengan sepenuh hati #ea~


0 komentar

Cicak-Cicak di Gelas, Diam-Diam Berenang

Pernah merasakan sensasi minum teh dengan ekstrak vitamin C?

Malam itu, seperti biasanya kalau gua lagi sakit, gua berencana membuat segelas teh hangat. Gelas yang biasanya gua pakai ternyata belum dicuci dan masih dalam posisi yang sama kayak kemarin terakhir gua pakai—di atas meja dengan beberapa teguk susu milo di dalamnya. Segera gua ambil gelas besar (lebih tepatnya, panjang) itu dan membawanya ke kamar sebelah untuk dicuci. Sesampainya di kamar tetangga, saat gua menengok ke dalam gelas, gua melihat sesuatu yang seharusnya gak berada di dalam gelas tersebut. Berhubung pikiran gua lagi sakit karena badan juga lagi sakit, baru semenit setelah kejadian penampakan di dalam gelas, gua berlari keluar kamar sambil teriak,
"CICAAKKK.........TOLONGGG!!! ADA CICAK DI DALAM GELAS GUAAAA........"
Temen-temen gua yang berada di sekitar TKP langsung menengok ke arah gua dengan perasaan campur aduk, ada yang ikut-ikutan takut, tapi ada juga si pemberani yang mendekati gua dan menawarkan bantuan
"Dimana cicaknya?"
"Ituuuu....di dalam gelas biruuu," 
Gua kira temen gua ini pemberani, ternyata reaksinya waktu melihat si cicak berenang di dalam gelas lebih mengagetkan daripada gua.
"HUWAAAAAAAAAA.................CICAAAAAAKKKK"
Dengan suaranya yang lebih melengking daripada suara gua pas teriak, temen gua ini mampu membuat lebih banyak lagi orang yang menengok ke arah kami berdua. Dan, datanglah satu orang lagi yang mencoba mengatasi masalah cicak berenang ini. 
Sebut saja dia Iin, temen gua yang berani membuang si cicak beserta milonya dari dalam gelas gua. Dengan santainya Iin menumpahkan isi gelas itu ke lantai bawah.
Setelah kejadian itu, gua langsung berterimakasih pada Iin. Gelasnya? Gua mendiamkan gelas itu beberapa saat sampai rasa trauma gua hilang. Setelah 50% rasa trauma gua hilang, berkali-kali gua mencuci gelas itu dengan kembang tujuh rupa  sabun cuci piring sampai gua yakin kalau gak ada jejak kaki cicak bahkan telurnya dalam gelas itu.
Selanjutnya, gua pun membuat teh hangat menggunakan gelas itu. 
Setelah selesai membuat teh, gua lalu menawarkan teh itu pada teman-teman yang lagi nongkrong di depan TV. Coba tebak, apa jawaban mereka?
"Itu bukannya gelas bekas cicak tadi ya? Ada vitamin C-nya dong, vitamin C-icak,"
Pernyataan itu sontak membuat gua dan teman-teman tertawa terbahak-bahak (apalagi gua, ketawa guling-guling).
Setelah melakukan proses penawaran plus meyakinkan temen-temen kalau gelas itu sudah dicuci bersih-sih-sih, akhirnya gua dapet temen minum teh vitamin C. Yah, meskipun cuma seorang sih, yang penting kalau gua sakit perut, kan ada temennya. Hehe :D

 
 .

0 komentar

Tentang Sebuah Rasa Percaya

Percaya memang bukan hal yang mudah.
Percaya adalah bagaimana kita mengondisikan hati dan pikiran kita agar rela terhadap yang orang lain lakukan, karena kita yakin orang itu tak akan melakukan pelanggaran terhadap batasan-batasan yang telah kita tetapkan. Percaya itu yakin tidak akan dikhianati. Percaya itu bukan hanya pada orang lain, tapi juga pada diri sendiri.
Bagaimana kita bisa menikmati hidup ini, sedangkan kita sendiri tidak percaya akan kemampuan diri kita?
Siapa lagi yang mau percaya pada diri kita, kalau kita sendiri saja tidak percaya?
Memang menyakitkan, kalau kepercayaan itu tercoreng. Menyakitkan, mendapati diri sendiri gagal mendapatkan apa yang kita impikan. Tapi percayalah, kita masih mampu mengejar impian itu. Satu kuncinya, jangan menyerah. Tuhan ingin tahu seberapa percaya dirikah kita, seberapa yakinkah kita akan kemampuan diri kita sendiri.
Menyakitkan, mendapati diri kita dikhianati oleh orang yang kita cintai. Mau bunuh diri? Saya rasa itu keputusan yang sangat salah. Hanya perlu percaya. Percaya bahwa diri kita akan mendapatkan orang yang sepenuhnya mencintai kita dan kita cintai. Toh, di dunia ini masih ada berjuta-juta orang lainnya.
Yah, percaya memang bukanlah hal yang mudah.
Tapi apa salahnya kita percaya pada diri sendiri?
Lagian gratis ini.

5 komentar

NARKOBA (Bukan) Untuk Dunia

Untuk seluruh warga dunia,
untuk para petinggi di setiap negara,
dan orang-orang yang bertanggungjawab atas pencegahan penggunaan NARKOBA

Kalau saya disini hanya untuk menyuruh Anda sekalian untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya penggunaan NARKOBA, sepertinya lebih baik saya tak usah hadir disini. Saya yakin, sudah banyak diadakan penyuluhan tentang bahaya penggunaan barang tersebut di setiap negara. Bukan soal penyuluhan itu, tapi yang saya tekankan disini adalah hasil dari penyuluhan itu sendiri.
Apakah berhasil mengurangi tingkat penggunaan NARKOBA di dunia?
Pertanyaan itu silahkan Anda jawab sendiri.
Menurut saya, penyuluhan saja tidak cukup. Toh para pemakai punya alasan tersendiri mengapa mereka mengonsumsi NARKOBA. Perasaan tertekan, ikut-ikutan teman, sampai yang dijebak hingga akhirnya ketagihan. Kalau ditanya soal tahu-tidaknya tentang bahaya NARKOBA, saya yakin mereka tahu.
Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya penyuluhan, tapi pemberantasan. Para pihak berwajib harus lebih tegas terhadap barang haram yang satu ini. Harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Jika salah satu pengedar tertangkap, lacak lagi hingga ke bos-bos di atasnya. Bukan hanya pihak berwajib, siapapun yang menemukan transaksi barang haram ini, harus bertindak tegas dengan melaporkannya kepada pihak berwajib.
Jangan biarkan barang haram ini berkeliaran di lingkungan remaja. Bisa merusak generasi-generasi pemimpin dunia. Angka kematian karena overdosis juga akan semakin bertambah.
Ubahlah setiap lingkungan sosial menjadi kondusif untuk hidup yang lurus dan baik. Dari mulai lingkungan terkecil seperti keluarga. Orang tua hendaknya memperhatikan perilaku anaknya, jangan sampai si anak memgonsumsi NARKOBA. Kalau terlanjur kedapatan memakai, si anak harus segera dihentikan pemakaian NARKOBAnya dan diobati secara intensif, bisa dengan membawanya ke rehabilitasi. Pemerintah hendaknya lebih tegas, bisa dengan memberatkan jeratan hukum  bagi si pengedar NARKOBA, agar ia kapok dan tidak melakukan pekerjaan tersebut.
Tulisan ini mungkin hanya celotahan ringan seorang anak muda yang bahkan belum tamat dari SMAnya. Tapi si anak ini membuatnya dengan setulus hati, demi terjaganya kehidupan yang indah di dalam bumi.
Di akhir kata-katanya, si anak hanya mampu berkata, “STOP merusak diri sendiri, jauhi penggunaan NARKOBA!”

0 komentar

Misteri #2: Bau Menyengat

Malam itu, satu keanehan lagi terjadi di rumah gua.
Nenek gua lagi sakit, di rumah hanya ada gua, abang gua, adek gua, nenek, kakek, sepupu, dan adeknya nenek gua. Gua lagi mainan laptop dan adek gua lagi mainan Hp di sebelah gua. Tiba-tiba terdengar suara abang berteriak dari dapur, "Yangkung.....!" Gua tetap diam di tempat karena yang dipanggil abang gua itu kakek, bukan gua. Dan setahu gua, kakek gua lagi tidur.
Teriakan abang gua semakin keras, malah berganti meneriaki nama gua. Gua pun sontak bangkit dari posisi duduk gua, membangunkan kakek yang sedang tidur, lalu secepatnya berlari ke dapur. "Astaghfirullah, yangti..."
Gak lama setelah itu, di sekeliling gua udah ada orang serumah—lengkap. Bersama-sama kami membantu abang menggotong nenek yang pingsan di dapur. Nenek lalu dibaringkan di atas kasur. Beberapa saat kemudian seorang dokter datang untuk memeriksa nenek.
Kira-kira sejam setelah peristiwa itu semua orang di rumah gua udah pada tidur, kecuali gua dan abang. Kami berdua disibukkan dengan laptop masing-masing. Tiba-tiba hidung gua mengendus bau yang menyengat. Harum, harum sekali, tapi gak bikin eneg. Abang gua yang tadinya duduk membelakangi gua spontan menoleh, "Nyium bau harum gak?" Gua mengangguk. Lama bau harum itu tertangkap oleh indera penciuman gua. Dan seperti ada sesuatu yang singgah, lalu pergi, bau harum itu lenyap dibawa empunya.

Beberapa hari setelah itu, saat keluarga gua sedang menikmati tayangan di TV, kejadian bau-bauan itu kembali terjadi. "Bau bunga," sahut abang yang dari tadi memainkan laptopnya. Bau itu tercium jelas—seperti harumnya bunga, hanya sayangnya tak ada yang tahu itu bau bunga apa. Selang beberapa waktu, bau itu berganti menjadi bau ikan. Amis menyengat. Untungnya bau tesebut tidak lama munculnya. Setelah itu udara menjadi normal. Mungkin bau harum bereaksi dengan bau amis menjadi bau netral. Yah, seperti di pelajaran kimia, reaksi penetralan.

Sampai saat ini, belum ada kejelasan mengenai siapa empu dari bau-bau menyengat tersebut. Eits, gua bukannya mau mereka menampakkan diri, ntar kalau mereka tampil, kan malah ribet urusannya. Keluarga gua tidak mengambil pusing atas kejadian bau-bauan ini ataupun kejadian hilangnya remote TV. Kami yakin mereka itu memang ada di setiap tempat, ya termasuk di rumah ini juga. Hiyy~

2 komentar

Misteri #1: Hilangnya Remote TV

Kehilangan remote TV, beberapa kali hal ini terjadi di rumah gua. Jika siang hari ada saja yang menonton TV, sore harinya pasti remote TV itu menghilang.
Jika dilihat dari luar, rumah gua yang terletak di Madiun ini bukan tipe-tipe rumah yang banyak 'penghuninya'. Sekeluarga juga sempat bingung, kenapa sering terjadi kehilangan remote TV disini. Setelah dilakukan pencarian ke seluruh isi rumah, kami bertujuh tidak ada yang menemukan remote TV itu.
Sebuah hipotesis singkat lalu bersarang di otak gua, pasti 'dia' yang menyembunyikan. Dia yang tidak kasat mata, dia yang berhubungan dengan ilmu metafisika. "Emang sering nakal kok, dia," ucap nenek yang langsung diiyakan oleh mama. Akhirnya kami sekeluarga menghentikan pencarian.
Gua lalu masuk ke kamar di sebelah ruang TV untuk mengambil laptop. Saat itu laptop gua berada diatas meja rias. Gua pun langsung membawa laptop itu ke ruang TV dan memainkannya disana. Selang beberapa menit, adik gua pergi ke kamar tadi untuk mengambil sesuatu. "Lah, ini remotenya," kata adik gua tiba-tiba sambil membawa remote itu ke ruang TV. Saat ditanya tempat ia menemukan remote itu, adik gua bilang kalau remote itu terletak di atas meja rias. "Lho, tadi gak ada, orang di atas meja rias ada laptopku, gak ada remote kok," kata gua menimpali pernyataan adik gua.

Di lain hari, remote itu menghilang lagi. Karena telah mengalami kejadian yang sama sebelumnya, gua sekeluarga hanya mencari sekali, setelah itu kami pasrah—menunggu si 'dia' yang menyudahi permainan petak-umpet ini. Malam harinya, gua dan mama pergi membeli sesuatu dan pulang membawa oleh-oleh berupa es kelapa muda. Sepulangnya ke rumah, es itu langsung dibagikan kepada yang mau menerimanya. Tiba-tiba, kakek gua yang mulanya tidur lalu terbangun hanya untuk mencari remote yang sejak sore menghilang. "Dimana ya, remotenya?" kata kakek sambil memasuki kamar di samping ruang TV. Gua pun sontak ikut masuk ke dalam kamar tersebut untuk ikut mencari. Tanpa sadar, es kelapa di tangan gua menetes ke lantai. "Kakak, ini basah-basah apaan ya?" mama gua bertanya dari ruang TV. "Hehe, esnya netes, Ma," kataku sambil bergegas mengambil kapas—alternatif lain kalau tidak ada tissue. Samar-samar gua lihat sesuatu di samping kapas yang terletak di laci atas meja rias. Tangan gua meraih kapas sekaligus benda itu. "Lho kok, ini remotenya," kata gua sambil membawa si remote dan kapas ke ruang TV. Gua spontan melemparkan remote ke kasur di lantai ruang tersebut. "Ketemu dimana, Kak?" tanya adek gua. "Di samping kapas," jawab gua dengan nada masih gak percaya. Saat gua masuk ke kamar dan mencarinya dengan kakek, remote itu gak ada. Kenapa tiba-tiba dia bisa ada di samping kapas? "Lho, Kak, tadi aku ngambil kapas gak ada apa-apa tuh," adek gua yang sedang mengobati lukanya dengan betadine dan kapas juga ikut terheran-heran dengan kejadian ini.

Dua kesimpulan yang gua dapat malam itu. Dia itu ada, dan adanya di kamar sebelah ruang TV. Hiyy~

4 komentar

Tips: Cara Terbaik Saat Marah

Saat sedang marah, tubuh kita akan menyerap energi-energi negatif dari lingkungan tempat kita berada. Energi negatif ini bisa memepengaruhi perilaku kita hingga berubah 180 derajat. Orang yang marah bisa melakukan tindakan kriminal seperti pembunuhan dan kekerasan lainnya.

Nah, makanya, kalau lagi marah, lebih baik diam meredam emosi. Daripada lempar barang sana-sini, kan rugi. Ya tho?!

0 komentar

Behind The Scene BitterSweet

Girlband
 Kita bukan girlband biasa. Kita girlband luar biasa. Gak pake joget, gak pake keroyokan, dua anak cukup!

Dalam foto ini: Fadhil (guitarist) dan Ayu (keyboardist)


Menunggu
Tika: menulis.
Fadhil: menunggu.....


Orang ketiga
 Sementara Pak Yus dan Ridho lagi sosweet baca naskah, gua gak ada kerjaan, kan udah hafal naskah (boong banget). Daripada jadi setan (kan kalau lagi berduaan yang ketiganya setan), mending jadi love di antara mereka deh.


Senyum!
 Ah, akhirnya mereka sadar kamera!
Ayo senyum...ckrik (bunyi kamera). Lha kok Pak Yus malu-malu, orang dua muridnya aja pada unjuk gigi kok.


Scene gagal 1
Ini syuting yang paling enak deh kayaknya. Walaupun panas, gerah, plus beberapa kali salah, karena syuting ini lokasinya di luar IC, jadinya enak deh—beda gitu feelnya.

 
Scene gagal 2
Ah, Yusya nih ketawa mulu dah, gagal kan scenenya. Ulang ulang. 

 
Marah?!
Ini nih, rekor syuting terlama! Dari jam satu sampai jam 4 kayaknya. Non stop.
Eh ini Ayu lagi akting marah, lho kok malah pada senyum, ini gimana tho?


Fadhil gaul
Ea...ini nih si gitaris profesional abal-abal kita. Yah, meskipun gak jago banget, yang penting bisa main beberapa lagu lah. Alhamdulillah, akhirnya gua jadi artis! Ayo yang mau minta tanda tangan~

2 komentar

New Film by Fs-Cendekia

Bittersweet Film

Film ini dibuat oleh sebuah tim yang beranggotakan Ayu Nur Maulidian sebagai cameraman dan pemain antagonis, Ita Rahmatika sebagai sutradara, Faris Jaisyi Umam sebagai cameraman, M. Yusya Asadillah sebagai pemain juga dan gua sendiri (yay~) sebagai pemain protagonis. Insyaallah film ini akan diikutkan dalam sebuah lomba (gua lupa nama lombanya), doain aja dah—biar menang, hehe. Ntar gua usahain upload kapan-kapan, maklum koneksinya sering lola (loading lama).

0 komentar

Keep Moving Forward

Keep moving forward
Fotografer dan model: Karina Fadhilah Ahmad

4 komentar

Tentang Dirimu #1

Para alien UFO
UFO, bukan piring terbang, hanya sepeda onthel yang berjuang untuk eksis di regionnya. Unidentified Flying Onthel (UFO), sebuah kelas yang  gua pikir mempunyai komposisi unik yang gak dimiliki kelas lain. Dibilang nomer satu di bidang olahraga, kita masih kalah sama Gravitasi. Dibilang kelas nyeni, masih ada TK Nusantara yang punya beberapa ahli seni. Dibilang kelas akademik, kan udah ada BB 16++. Dibilang kelas dimana wanita dijunjung tinggi, Espresso ketua kelasnya cewek. Apalagi kalau dibilang kelas sosial, itu mah Castoll rajanya. Trus kita ini apa donk?

Meraih posisi runner up di Gakic, menduduki peringkat 1 klasemen Tikungan setelah meraih beberapa juara dalam lomba antar kelas, rusuh gak karuan dalam situasi apapun, serta mempunyai seorang ketua kelas yang gaul abis—kenalin, namanya Barqi Azmi.

Tapi sering, melewatkan banyak tugas, berisik ketika pelajaran, diperingatkan banyak guru, dimarahi guru, remedial, dan masa-masa kelam lainnya.

Satu-satunya kelas yang berniat ngerjain wali kelasnya—Bu Renelita Artati, eh, malah dikerjain balik sama ibunya. “Preman kok dilawan,” begitulah statement Bu Rene setelah mengerjai kami. Bu Rene, tak mau kalah dengan presiden UFO, memiliki predikat guru gaul di kalangan siswa Insan Cendekia. Guru mata pelajaran Biologi ini nampaknya sangat sabar menghadapi perlakuan ricuh kami.

Semuanya ada di sini. Canda, tawa, penindasan, bully, kerjasama, kekompakan, emosi, utang kas, sampai lampion yang belum kelar  hingga detik ini. Ini kelas penuh warna, penuh cerita, penuh cinta—eh, kayaknya gua kagak deh, wardah aja kali ya, ahahaha.

To be continued.

 


0 komentar

Alay: Cara Awet Muda

Banyak orang bilang, alay itu adalah sebuah tahap menuju dewasa.
Lha tapi ya jangan kebangetan, alay kok terus-terusan, kapan dewasanya? Pada mau awet muda, ya?!
–koplak!

0 komentar

Berkorban dalam Urusan Cinta

Pernah ngerasa perlu berkorban demi kesuksesan cinta sahabat atau saudara sendiri? Gua perlu ngacungin jempol buat kalian yang udah pernah ngelakuin hal tersebut. 

Gua punya temen, sebut saja si Y. Nah, Y di sini sama kayak Y yang di episode “Berlari Dikejar Cinta”. Dia adek kelas gua pas di SD dulu. Setelah setahun gak ketemu, Y mencoba mengontak gua lagi. Dia sms gua, dan di salah satu smsnya dia bilang,

“Rin, dulu aku suka sama kamu,”

Well, gua gak shock baca sms itu. Udah keliatan dulu pas SD dia caper (cari perhatian) ama gua. Ya gua bilang aja gua juga suka ama dia dulu.

“Yah, tau gitu dulu aku gak usah bantuin D deketin kamu. Habis aku gak enakan, dia kan sepupu aku. Aku harus ngalah,”  kata Y begitu tahu dia gak bertepuk sebelah tangan.

Yeah, ceritanya segitu dulu. Gua kasi tahu akhirnya aja dah, gua tetep gak pacaran ama dia. Bukannya gak mau dibilang brondong-lover, gua cuma gak minat pacaran.

Hal ini nyadarin kita kalau cinta itu emang main cepet-cepetan dan gak memandang antrian. Yang lebih cepet nyatain, dia yang lebih cepet dapet jawaban. Yah, urusan ditolak atau diterima, itu mah sensasi aja. Yang penting kan kita lega udah nyatain. Kalau ditolak, ya berarti bukan jodoh, masih ada kok cewek atau cowok lain di dunia ini. Untuk saat ini, gua belom bisa ngasi saran. Next time aja lah.

Salam,


Pejuang Cinta

0 komentar

Iridescent Lyrics

You were standing in the wake of devastation You were waiting on the edge of the unknown With the cataclysm raining down, insides crying save me now
You were there and possibly alone
Do you feel cold and lost in desperation
 You build up hope, but failure's all you've known Remember all the sadness and frustration
And let it go, let it go.
And in a burst of light that blinded every angel As if the sky had blown the heavens into stars You felt the gravity of tempered grace falling into empty space
 No one there to catch you in their arms
Do you feel cold and lost in desperation
 You build up hope, but failure's all you've known
Remember all the sadness and frustration And let it go, let it go
Do you feel cold and lost in desperation
 You build up hope, but failure's all you've known
Remember all the sadness and frustration
 And let it go, let it go
Let it go Let it go Let it go Let it go
Do you feel cold and lost in desperation
 You build up hope, but failure's all you've known
Remember all the sadness and frustration
 And let it go, let it go

0 komentar

Degradasi Moral Para Calon Pemimpin Indonesia

Di sini saya bukan sebagai seorang ahli agama yang akan berceramah panjang lebar tentang arti dari sebuah ‘moralitas’. Bukan juga seorang ahli moral yang akan memberikan banyak komentar tentang moralitas remaja masa kini. Bukan juga figur seorang remaja yang patut dicontoh oleh remaja lain.
Di sini, saya ingin mengulas kembali ingatan kita sebagai calon-calon pemimpin bangsa tentang apa yang telah terjadi di lingkungan kita beberapa waktu silam, terkait dengan hal-hal berbau moralitas.

1.    Purbalingga, lima orang siswa kelas 4 SD diketahui telah memerkosa seorang anak perempuan berusia 5 tahun, mereka diduga terpengaruh tayangan atau gambar porno yang didapat dari orang dewasa yang mereka kenal (Jawa Pos Group, 22 Januari 2011).
2.    Data Komnas Perlindungan Anak merilis jumlah tawuran pelajar tahun ini sebanyak 339 kasus dan memakan korban jiwa 82 orang. Tahun sebelumnya, jumlah tawuran antar-pelajar sebanyak 128 kasus (Kompas, Desember 2011).
3.    Tercatat, 19 persen dari jumlah remaja di Indonesia atau sekitar 14 ribu remaja, diindikasikan menjadi pengguna narkoba (BeritaJakarta.com, 30 Januari 2010).
4.    Peri Umar Farouk, Ketua Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” (JBDK) memberikan data cukup mencengangkan. Menurutnya, per akhir Mei 2007, beredar lebih dari 500 video porno asli Indonesia. Sekitar 90% pelakunya adalah remaja.
5.    Komnas Pendidikan Anak menyatakan sebanyak 62,7 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan layaknya suami istri. Sementara data dari BKKBN menyatakan sebanyak 51 persen remaja pernah melakukan seks bebas.
6.    Tingkat aborsi di Indonesia sekitar 2 sampai 2,6 juta kasus pertahun, 30% dari aborsi tersebut dilakukan oleh mereka di usia 15-24 tahun (Yulia,Majalah KARTINI,edisi April 2006).
7.    97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi, dan 93 persen pernah berciuman (09 May 2010 | From berita2.com).

Itulah beberapa fenomena anak bangsa saat ini. Apakah kita, sebagai orang-orang pilihan yang bersekolah dengan uang umat, termasuk dalam satu atau beberapa fenomena di atas? Silahkan kita renungi masing-masing. Sebagai calon-calon pemimpin bangsa, pantaskah kita melakukan hal-hal yang justru merusak moralitas bangsa? Mau dibawa kemana nasib bangsa ini, hai kawan?