Recommended: Bu Risma, Walikota Surabaya
Subhanallaah, inilah tokoh pemimpin Indonesia yang luar biasa, Tri Rismaharini.
Tetaplah pada jalan Allah, Bu. Demi Allah! Ia tidak akan meninggalkanmu disaat semua orang pergi menjauh.
Semoga Allah selalu memberimu kekuatan untuk tetap taat. Kami mendintaimu.
http://ilmuperpus.com/2014/02/12/pantas-saja-ibu-risma-menutup-lokalisasi-di-surabaya/
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 22.34
Demi Cintaku Padamu
![]() |
Suasana banjir di pagi hari |
![]() |
Banjir sebetis di depan rumah |
![]() |
Sekitar 10 meter dari rumah, banjir setinggi lutut |
![]() |
Foranza Sillnova |
![]() |
Self-camera bersama sahabat |
![]() |
Foto bersama wali asrama, Bu Novi, yang sedang hamil |
![]() |
My Lovely Sillnova |
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 01.49
Label: Kisah Cintaku
Quote SBMPTN #2: OPTIMIS!
![]() |
Jargon Semangat SBMPTN |
Miley Cyrus-The Climb
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 03.49
Label: Soundtrack SBMPTN
Quote SBMPTN #1: We Are The Fighters
![]() |
Jargon Semangat SBMPTN |
Here comes A FIGHTER"
Gym Class Heroes-The Fighter
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 03.08
Label: Soundtrack SBMPTN
Dari Seorang Kawan
6 Mei 2013.
Kalau gua gak salah perhitungan, pada tanggal itulah gua memberikan sebuah kado kecil buat temen seperjuangan gua, sebut saja dia FT. Sebenarnya apa yang gua berikan ke FT sangat gak layak disebut sebagai kado. Selain karena gua telat seminggu (FYI : birthday date-nya FT tanggal 28 April), yang gua berikan ke FT itu hanya sebuah Beng-Beng Max dengan balutan kertas koran. Mungkin yang spesial dari kado gua ini adalah sesuatu dibalik bungkus Beng-Beng Max tersebut.
Berhubung saat gua ulangtahun FT memberikan tiga buah Beng-Beng Max, saat dia ulangtahun gua juga ingin memberikan hal yang serupa. Masalahnya, gua hanya mempunyai satu bungkus Beng-Beng Max. Selain itu, dikarenakan gua dan FT sudah jarang berbincang-bincang, terlintas di benak gua ide mengirimkan sebuah surat untuk FT. Dari kedua hal tersebut, gua juga mendapatkan ide untuk memasukkan surat tersebut ke dalam bungkus Beng-Beng Max yang akan gua berikan ke FT.
Setelah di bungkus dengan (agak) rapi, kado itu gua titipkan ke salah seorang teman buat dikasih ke FT. Biar FT penasaran, gua gak mencantumkan identitas pengirim di dalam kado tersebut.
Setelah sekian lama, gua bingung kenapa FT gak pernah menyinggung soal kado tersebut setiap kali kita bertegur sapa. Gua pun berpikir kalau FT belum bisa melacak identitas si pengirim kado.
Pada malam perpisahan angkatan, saat giliran gua dan FT bermaaf-maafan, FT akhirnya menyinggung soal kado tersebut. Ternyata dia gak tahu kalau ada kado yang dikirim tanggal 6 April di atas mejanya. Saat dia tahu kemudian membuka kado tersebut, Beng-Beng Max-nya sudah benyek. Huah, kasihan sekali si Beng-Beng Max, dia pasti menunggu sekian lama untuk dimakan~
Sebagai salah satu respon dari surat gua, FT memberikan gantungan kunci Autobot. Sebenarnya gantungan kunci ini couple-an sama punya FT, tapi gua lupa namanya siapa, yang jelas salah satu tokoh di transformer juga.
This is it!
Insyaallah kalau gak hilang, gua akan menjaga si Autobot dengan sepenuh hati #ea~
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 22.30
Label: home sweet home
Cicak-Cicak di Gelas, Diam-Diam Berenang
Setelah selesai membuat teh, gua lalu menawarkan teh itu pada teman-teman yang lagi nongkrong di depan TV. Coba tebak, apa jawaban mereka?
"Itu bukannya gelas bekas cicak tadi ya? Ada vitamin C-nya dong, vitamin C-icak,"
Pernyataan itu sontak membuat gua dan teman-teman tertawa terbahak-bahak (apalagi gua, ketawa guling-guling).
Setelah melakukan proses penawaran plus meyakinkan temen-temen kalau gelas itu sudah dicuci bersih-sih-sih, akhirnya gua dapet temen minum teh vitamin C. Yah, meskipun cuma seorang sih, yang penting kalau gua sakit perut, kan ada temennya. Hehe :D
Diposting oleh Karina Fadhilah Ahmad di 20.36